Beberapa hari sebelum meluncur, kabar tentang film Kambing Jantan aku dapet dari Asti--teman yang nge-fans abiz ma Radit (Radit apa bukunya ???). Alhasil kami langsung janjian buat nonton bareng pas tanggal 5 maret 2009. sebelum hari H,, aku berdoa dengan kekhusyukan tingkat tinggi semoga jadwal kuliah hari itu gak padat2nya. Ternyata jam 1 ada Lab,,beruntung kelompokku dapet giliran pertama buat lab. hampir jam 3 tuh praktikum baru selesai. Gak sampe disitu, kami juga mesti mengurusi surat peminjaman tempat sebelum berangkat ke TO. Setelah diopor kesana-kemari,,melalang buana di gedung rektorat yang berjumlah 8 lantai akhirnya tuh surat kami bawa pergi, soalnya ada kesalahan pengetikan. ya udah,, urusnya besok lagi.
meski urusan gak pade beres,,dengan hati riang aku ma Asti ke Makassar Town Square yang jaraknya dekat banget ma kampus. Kami langsung ke lantai 3 tempat bioskopnya bersemayam. belum sampai di lantai 3, aku dah bisa melihat ke jadwal pemutaran filmnya,,,dan di situ ada Kambing Jantan. hampir aja aku langsung lompat dari eskalator sebelum sampai benar di lantai 3 saking senangnya tuh film dah bener2 ada. padahal beberapa teman sempat bilang kalau filmnya kemungkinan belum muncul di sana.
gak rugi deh perjuangan aku sebelum akhirnya sampai di dalam studio 2, tempat Kambing Jantan diputar. meski belum baca bukunya (langsung komik), aku keik semangat gtu nontonnya. asli,,filmnya LEBAY banget. bikin aku ma Asti ketawa-ketiwi,, sakit perut,, sampe kena sindrom rahang kaku gara-garanya. radit tuh benar2 o'on. tapi aku suka banget ama suaranya,,,merdu pisan euy !!! heran....ko' gak bisa nyanyi yah ???
habis nonton filmnya,,,aku jadi tersihir buat ngoleksi buku2nya. yang aku punya saat ini baru Cinta Brontosaurus.
doain ajah y Dit biar fans barumu ini dapet rezeki nomplok buat beli buku2mu.
Kamis, 05 Maret 2009
Kamis, 18 Desember 2008
Doaku
Ada yang mau tau g, apa yang aku lakukan ba’da sholat ???
G mau tau juga g pa2, wong ini blog aku
So aku bebas donk nulis pa aja sesuka hatiku.
Eits...tapi kayaknya dah ketahuan degh dari judulnya.
Yo wessss
Disimak aja yee..........
Hm…hm….
Ya ALLAH Ya Rabb
Ampuni dosa-dosa hamba
Yang disengaja maupun tidak
.
Ya ALLAH Ya Rabb
Ampuni pula dosa-dosa ke2 org tua hamba
Baik yg mrka sengaja mwpun tdk
Ya ALLAH Ya Rabb
Jadikanlah kami penghuni jannah_Mu kelak
Karena itu, tuntunlah kami untuk selalu berada di lintasan_Mu
Jangan pernah biarkan kami keluar lintasan
Ya ALLAH Ya Rabb
Jadikan hamba manusia yang b’guna bg siapa saja
Semoga segala yg kau ti2pkan pdku
B’mnfaat tdk hnya bwtku, tp jg org lain
Ya ALLAH Ya Rabb
Mudahkan jalan hamba
Dalam meraih cita-cita
Semoga hamba bisa menjalaninya dengan ikhsan dan ikhlas
Ya ALLAH Ya Rabb
Mudahka rezki hamba
Dan semoga dengan rezki itu
Hamba semakin dekat dengan_Mu
Bkn sebaliknya
Ya ALLAH Ya Rabb
Mudahkan pula jodoh hamba
Jadikan dia sosok yang mampu menjadikan aku wanita sholehah
Yang mampu menjadikan aku lebih dekat dengan_Mu
Dan mampu membangun keluarga di surga_Mu juga
Ya ALLAH Ya Rabb
Jadikan dunia ini sebagai tempat p’singgahan sementara yang aman
Jauhkan dari segala kerusuhan dan bencana
Semoga selalu t’cipta kedamaian dan kenyamanan
Tapi tidak membuat kami lupa akan akhirat_Mu
Amin....amin.....amin....!!!!!!
G mau tau juga g pa2, wong ini blog aku
So aku bebas donk nulis pa aja sesuka hatiku.
Eits...tapi kayaknya dah ketahuan degh dari judulnya.
Yo wessss
Disimak aja yee..........
Hm…hm….
Ya ALLAH Ya Rabb
Ampuni dosa-dosa hamba
Yang disengaja maupun tidak
.
Ya ALLAH Ya Rabb
Ampuni pula dosa-dosa ke2 org tua hamba
Baik yg mrka sengaja mwpun tdk
Ya ALLAH Ya Rabb
Jadikanlah kami penghuni jannah_Mu kelak
Karena itu, tuntunlah kami untuk selalu berada di lintasan_Mu
Jangan pernah biarkan kami keluar lintasan
Ya ALLAH Ya Rabb
Jadikan hamba manusia yang b’guna bg siapa saja
Semoga segala yg kau ti2pkan pdku
B’mnfaat tdk hnya bwtku, tp jg org lain
Ya ALLAH Ya Rabb
Mudahkan jalan hamba
Dalam meraih cita-cita
Semoga hamba bisa menjalaninya dengan ikhsan dan ikhlas
Ya ALLAH Ya Rabb
Mudahka rezki hamba
Dan semoga dengan rezki itu
Hamba semakin dekat dengan_Mu
Bkn sebaliknya
Ya ALLAH Ya Rabb
Mudahkan pula jodoh hamba
Jadikan dia sosok yang mampu menjadikan aku wanita sholehah
Yang mampu menjadikan aku lebih dekat dengan_Mu
Dan mampu membangun keluarga di surga_Mu juga
Ya ALLAH Ya Rabb
Jadikan dunia ini sebagai tempat p’singgahan sementara yang aman
Jauhkan dari segala kerusuhan dan bencana
Semoga selalu t’cipta kedamaian dan kenyamanan
Tapi tidak membuat kami lupa akan akhirat_Mu
Amin....amin.....amin....!!!!!!
Mandiri…..
Aku lahir di keluarga yang sangat menjunjung tinggi nilai kemandirian. Sedari kecil itu sudah ditanamkan pada diriku dan saudara-saudaraku. Usiaku baru menginjak 2 tahun ketika ibuku sudah berpaling dariku. Maksudnya dia sudah ada penarik perhatian yang lain, yaitu adik bayi lagi. Yup, aku memiliki adik di usia 2 tahun yang memaksaku untuk membagi kasih dan perhatian orang tua terutama ibu. Karenanya, sejak saat itu aku sudah dilatih untuk melakukan segalanya dengan kemampuanku sendiri (tentunya masih dalam batas kemampuanku).
Ketika aku menginjakkan kaki di Taman Kanak-Kanak, kegiatan seperti mandi, berseragam, menyisir & mengepang rambut, memakai kaos kaki & sepatu, sudah aku lakukan sendiri tanpa bantuan dari ayah ataupun ibu. Sementara ibuku sibuk mengurus adikku, menyiapkan sarapan, dan bersiap-siap ke sekolah (kebetulan profesinya seorang guru).
Berangkat ke sekolahpun diajarkan sendirian. Aku hanya diantar pada saat pertama kali masuk sekolah dan saat-saat tertentu seperti hujan. Tapi aku menjalani itu semua dengan sabar dan tanpa mengeluh, apalagi dendam dengan adikku yang tega merebut perhatian orang tua dariku.
Karena pada akhirnya aku menyadari, ada banyak manfaat yang aku peroleh dari itu semua. Misalnya tidak selamanya bergantung pada orang tua, kecuali masalah finansial (wong masih sekolah). Didikan seperti itu juga membuatku mampu bertahan berada jauh dari orang tua. Tapi bukan berarti tidak merasa kangen dan butuh ketika jauh dari mereka.
So, ketika mesti melanjutkan studi di tempat lain yang jaraknya ratusan km, aku tidak perlu merasa berat dan tersiksa untuk hidup dan menjalani hari-hari jauh dari pelukan ibu dan genggaman ayah. Karena aku sadar, doa mereka selalu terlantun untukku. Doa mereka akan selalu menjaga dan merawatku mesti jarak memisahkan kami.
Ketika aku menginjakkan kaki di Taman Kanak-Kanak, kegiatan seperti mandi, berseragam, menyisir & mengepang rambut, memakai kaos kaki & sepatu, sudah aku lakukan sendiri tanpa bantuan dari ayah ataupun ibu. Sementara ibuku sibuk mengurus adikku, menyiapkan sarapan, dan bersiap-siap ke sekolah (kebetulan profesinya seorang guru).
Berangkat ke sekolahpun diajarkan sendirian. Aku hanya diantar pada saat pertama kali masuk sekolah dan saat-saat tertentu seperti hujan. Tapi aku menjalani itu semua dengan sabar dan tanpa mengeluh, apalagi dendam dengan adikku yang tega merebut perhatian orang tua dariku.
Karena pada akhirnya aku menyadari, ada banyak manfaat yang aku peroleh dari itu semua. Misalnya tidak selamanya bergantung pada orang tua, kecuali masalah finansial (wong masih sekolah). Didikan seperti itu juga membuatku mampu bertahan berada jauh dari orang tua. Tapi bukan berarti tidak merasa kangen dan butuh ketika jauh dari mereka.
So, ketika mesti melanjutkan studi di tempat lain yang jaraknya ratusan km, aku tidak perlu merasa berat dan tersiksa untuk hidup dan menjalani hari-hari jauh dari pelukan ibu dan genggaman ayah. Karena aku sadar, doa mereka selalu terlantun untukku. Doa mereka akan selalu menjaga dan merawatku mesti jarak memisahkan kami.
My Name
Mom dan Dad yang aku sayangi dan cintai karena ALLAH 19 tahun yang lalu memberiku sebuah nama yang sangat cantik dan bagus maknanya. Muthmainnah, yang dalam bahasa Indonesia berarti tenang. Aku tidak tahu alasan mengapa mereka memberiku nama seperti itu. Aku hanya bisa menebak kalau mereka ingin mendoakanku agar selalu bisa bersikap tenang dalam segala hal. Kesusahan utamanya.
Bertambahnya usiaku menyadarkan aku kalau nama itu tidak hanya aku yang menyandangnya. Ketika duduk di bangku SD, aku memiliki adik kelas yang namanya sama denganku. Berpindah ke tingkat selanjutnya, teman sekelasku malah ada yang bernama Mutmainnah juga, tapi tanpa ‘H’ antara T dan M. Untuk membedakannya aku terpaksa memakai nama Dad di belakang namaku, jadinya Muthmainnah Yunus atau teman-teman hanya menyebut Innah Y. Sementara temanku yang satunya dipanggil Innah T, yang kadang-kadang ia panjangkan menjadi Innah Totti. Masih ada juga yang bernama sama di kelas lain.
Berpindah ke seragam putih abu-abu, ada juga yang bernama demikian. Tapi dia masih temanku yang SMP dulu. Berhubung karena sudah tidak ada yang bernama demikian di kelasku, maka aku tidak perlu lagi memakai nama Dad di belakang namaku. Bukannya tidak membanggakan adanya nama Dad di belakang namaku, tapi aku hanya mengikuti namaku berdasarkan akte kelahiranku.
Hijrah ke perguruan tinggi, yang pertama kali aku cek adalah absennya. Apakah ada Muthmainnah lain di jurusanku. Dan jawabannya adalah, ada. Cuma beda di huruf ‘H’. Takut kejadian SMP terulang lagi, maka ketika memperkenalkan diri, aku menyampaikan kalau nama panggilanku adalah Mute’, supaya kami yang bernama sama tidak perlu khawatir kecele ketika dipanggil sama teman-teman.
Bicara soal nama panggilan, aku punya banyak. Nama panggilan sewaktu kecilku adalah Nanang. Kenapa bisa begitu ???
Waktu aku terlahir di dunia ini, aku bukanlah anak pertama. Jadi, aku punya kakak waktu itu. Kakak satu-satunya. Nah, kakakku inilah yang waktu aku lahir selalu bilang ”ana’-ana’” yang berarti anak-anak. Maka dari itu, Mom dan Dad memberiku nama panggilan kala itu Nanang. Tapi, entah kenapa nama itu terdengar aneh di telingaku. Selain itu, dalam pandanganku nama panggilan itu mestinya punya kemiripan dari nama lengkap, atau bisa juga singkatan dari nama lengkap.
Akhirnya, secara sepihak aku mengganti nama panggilanku menjadi ”Innah”. Waktu itu aku bahkan mengancam temanku jika memanggil dengan sebutan ”Nanang”, gak bakalan aku membalasnya. Dan, akupun berhasil menggantinya.
Anehnya, masa sekolah teman-temanku malah ada yang memangilku dengan sebutan lain. Muthma misalnya. Mungkin kepengen beda aja dari yang lainnya, temanku yang bernama Wahidah ini memanggilku seperti itu. Tapi aku tidak keberatan (karena memang aku punya berat badan kurang ^_^), sebab nama yang dia panggilkan ke aku tidak seaneh panggilan kakak masa kecil dulu.
Kelas 3 SMA, masih aja ada yang bereksperimen dengan namaku. Erna misalnya, suatu hari memanggilku dengan sebutan Mute’. Agak aneh kedengarannya tapi aku waktu itu tidak melarangnya memanggilku demikian. Justru aku mengganggapnya sebagai panggilan sayang.
Nah, dari Mute’ itu berkembang menjadi Myutz, Mayit (mirip-mirip mayat), bahkan Ma’nyozt. Ini nih ulah si Halimah dan Ratuh. Tapi sekali lagi aku tidak keberatan dengan asumsi itu panggilan sayang mereka ke aku. Tapi untuk yang ’Mayit’ itu hanya berlangsung sesaat saja waktu di kelas 3. Cuma iseng-isengan si Halimah kalau pengen gangguin aku.
Sementara untuk ”Ma’nyozt” itu sudah melekat menjadi panggilanku buat Ratuh dan Halimah. Sampai-sampai kalau lagi nonton Wisata Kuliner, trus si Host mengomentari makanannya dengan berkata ”ma’nyost” aku langsung teringat dengan si Ratuh. Dari Ma’nyozt ini juga terbentuk satu panggilan lagi. Jadinya Nyozt. Ini juga dipake sama Seni buat panggil aku.
Di keperawatan ada juga yang biasa iseng manggilin Myuts atau juga Ute’ (jadi kayak panggil Ruth Sahanaya).
Sekali lagi, aku gak keberatan dengan nama yang mereka berikan ke aku. Selama aku merasa nyaman dan tidak terganggu akan hal itu. Dan artinya juga tidak aneh-aneh.
Sementara panggilan yang aku buat sendiri, kadang-kadang aku promosikan lewat dunia maya atau komunikasi adalah Muthie. Ini aku ambil dari nama panggilan adik Anita yang juga kebetulan punya nama sama denganku. Bahkan teman dunia mayaku kadang-kadang menebak kalau nama lengkapku adalah Mutiara. Nah, untuk nama pena, aku memakai Muthie Salsabil. Salsabil aku pilih karena dua alasan. Pertama, aku suka sekali mendengar nama itu. Terdengar cantik di telingaku. Yang kedua, karena ternyata Salsabil itu nama sungai yang ada di surga, yang airnya tidak akan pernah kering sampai kapanpun. Nah akupun juga berharap, kelak ketika cita-cita menjadi penulis terwujud, tulisan-tulisan yang aku buat selalu dikenang oleh pembacanya, tidak pernah mati.
Awalnya, aku sering merasa risih dengan nama yang diberikan Mom dan Dad. Bukan karena jelek atau apa, tapi hanya karena banyak orang yang memakai nama itu. Jadinya terkesan kalau nama Muthmainnah itu adalah nama pasaran. Tapi kemudian aku menarik kesimpulan, seperti barang-barang mahal dan berkualitas tinggi di Mall, semua orang ingin memilikinya. Maka, nama Muthmainnah itu adalah nama yang paling bagus dan indah yang semua orang ingin memilikinya.
Overall, itu hanya pendapat pribadi. Di luar nama Muthmainnah juga ada nama-nama bagus nan indah lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana si pemilik nama menjaga makna dari namanya sendiri.
Mom, Dad, I just wanna say thanks for giving me a beautiful name.
Bertambahnya usiaku menyadarkan aku kalau nama itu tidak hanya aku yang menyandangnya. Ketika duduk di bangku SD, aku memiliki adik kelas yang namanya sama denganku. Berpindah ke tingkat selanjutnya, teman sekelasku malah ada yang bernama Mutmainnah juga, tapi tanpa ‘H’ antara T dan M. Untuk membedakannya aku terpaksa memakai nama Dad di belakang namaku, jadinya Muthmainnah Yunus atau teman-teman hanya menyebut Innah Y. Sementara temanku yang satunya dipanggil Innah T, yang kadang-kadang ia panjangkan menjadi Innah Totti. Masih ada juga yang bernama sama di kelas lain.
Berpindah ke seragam putih abu-abu, ada juga yang bernama demikian. Tapi dia masih temanku yang SMP dulu. Berhubung karena sudah tidak ada yang bernama demikian di kelasku, maka aku tidak perlu lagi memakai nama Dad di belakang namaku. Bukannya tidak membanggakan adanya nama Dad di belakang namaku, tapi aku hanya mengikuti namaku berdasarkan akte kelahiranku.
Hijrah ke perguruan tinggi, yang pertama kali aku cek adalah absennya. Apakah ada Muthmainnah lain di jurusanku. Dan jawabannya adalah, ada. Cuma beda di huruf ‘H’. Takut kejadian SMP terulang lagi, maka ketika memperkenalkan diri, aku menyampaikan kalau nama panggilanku adalah Mute’, supaya kami yang bernama sama tidak perlu khawatir kecele ketika dipanggil sama teman-teman.
Bicara soal nama panggilan, aku punya banyak. Nama panggilan sewaktu kecilku adalah Nanang. Kenapa bisa begitu ???
Waktu aku terlahir di dunia ini, aku bukanlah anak pertama. Jadi, aku punya kakak waktu itu. Kakak satu-satunya. Nah, kakakku inilah yang waktu aku lahir selalu bilang ”ana’-ana’” yang berarti anak-anak. Maka dari itu, Mom dan Dad memberiku nama panggilan kala itu Nanang. Tapi, entah kenapa nama itu terdengar aneh di telingaku. Selain itu, dalam pandanganku nama panggilan itu mestinya punya kemiripan dari nama lengkap, atau bisa juga singkatan dari nama lengkap.
Akhirnya, secara sepihak aku mengganti nama panggilanku menjadi ”Innah”. Waktu itu aku bahkan mengancam temanku jika memanggil dengan sebutan ”Nanang”, gak bakalan aku membalasnya. Dan, akupun berhasil menggantinya.
Anehnya, masa sekolah teman-temanku malah ada yang memangilku dengan sebutan lain. Muthma misalnya. Mungkin kepengen beda aja dari yang lainnya, temanku yang bernama Wahidah ini memanggilku seperti itu. Tapi aku tidak keberatan (karena memang aku punya berat badan kurang ^_^), sebab nama yang dia panggilkan ke aku tidak seaneh panggilan kakak masa kecil dulu.
Kelas 3 SMA, masih aja ada yang bereksperimen dengan namaku. Erna misalnya, suatu hari memanggilku dengan sebutan Mute’. Agak aneh kedengarannya tapi aku waktu itu tidak melarangnya memanggilku demikian. Justru aku mengganggapnya sebagai panggilan sayang.
Nah, dari Mute’ itu berkembang menjadi Myutz, Mayit (mirip-mirip mayat), bahkan Ma’nyozt. Ini nih ulah si Halimah dan Ratuh. Tapi sekali lagi aku tidak keberatan dengan asumsi itu panggilan sayang mereka ke aku. Tapi untuk yang ’Mayit’ itu hanya berlangsung sesaat saja waktu di kelas 3. Cuma iseng-isengan si Halimah kalau pengen gangguin aku.
Sementara untuk ”Ma’nyozt” itu sudah melekat menjadi panggilanku buat Ratuh dan Halimah. Sampai-sampai kalau lagi nonton Wisata Kuliner, trus si Host mengomentari makanannya dengan berkata ”ma’nyost” aku langsung teringat dengan si Ratuh. Dari Ma’nyozt ini juga terbentuk satu panggilan lagi. Jadinya Nyozt. Ini juga dipake sama Seni buat panggil aku.
Di keperawatan ada juga yang biasa iseng manggilin Myuts atau juga Ute’ (jadi kayak panggil Ruth Sahanaya).
Sekali lagi, aku gak keberatan dengan nama yang mereka berikan ke aku. Selama aku merasa nyaman dan tidak terganggu akan hal itu. Dan artinya juga tidak aneh-aneh.
Sementara panggilan yang aku buat sendiri, kadang-kadang aku promosikan lewat dunia maya atau komunikasi adalah Muthie. Ini aku ambil dari nama panggilan adik Anita yang juga kebetulan punya nama sama denganku. Bahkan teman dunia mayaku kadang-kadang menebak kalau nama lengkapku adalah Mutiara. Nah, untuk nama pena, aku memakai Muthie Salsabil. Salsabil aku pilih karena dua alasan. Pertama, aku suka sekali mendengar nama itu. Terdengar cantik di telingaku. Yang kedua, karena ternyata Salsabil itu nama sungai yang ada di surga, yang airnya tidak akan pernah kering sampai kapanpun. Nah akupun juga berharap, kelak ketika cita-cita menjadi penulis terwujud, tulisan-tulisan yang aku buat selalu dikenang oleh pembacanya, tidak pernah mati.
Awalnya, aku sering merasa risih dengan nama yang diberikan Mom dan Dad. Bukan karena jelek atau apa, tapi hanya karena banyak orang yang memakai nama itu. Jadinya terkesan kalau nama Muthmainnah itu adalah nama pasaran. Tapi kemudian aku menarik kesimpulan, seperti barang-barang mahal dan berkualitas tinggi di Mall, semua orang ingin memilikinya. Maka, nama Muthmainnah itu adalah nama yang paling bagus dan indah yang semua orang ingin memilikinya.
Overall, itu hanya pendapat pribadi. Di luar nama Muthmainnah juga ada nama-nama bagus nan indah lainnya. Yang terpenting adalah bagaimana si pemilik nama menjaga makna dari namanya sendiri.
Mom, Dad, I just wanna say thanks for giving me a beautiful name.
Ied dalam Sepi
Gema takbir syahdu nan indah
Getarkan kalbu yang semakin resah
Termenung dalam bilik gelisah
Rintik hujan semakin padat
Menahan langkahku ke tanah lapang
Jadikanku manusia terasing
Ku ingin menghilang dari Kota Daeng ini
Berlari sejauh 200 km menuju Kota Berseri
Ke tempat jiwaku bersemi
Tapi di sinilah aku
200 km dari jiwaku
Terpejara sang waktu
Makassar December 8th, 2008
(Tertulis sebagai ungkapan perasaanku merayakan Ied jauh dari keluarga tercinta)
Getarkan kalbu yang semakin resah
Termenung dalam bilik gelisah
Rintik hujan semakin padat
Menahan langkahku ke tanah lapang
Jadikanku manusia terasing
Ku ingin menghilang dari Kota Daeng ini
Berlari sejauh 200 km menuju Kota Berseri
Ke tempat jiwaku bersemi
Tapi di sinilah aku
200 km dari jiwaku
Terpejara sang waktu
Makassar December 8th, 2008
(Tertulis sebagai ungkapan perasaanku merayakan Ied jauh dari keluarga tercinta)
Senin, 15 Desember 2008
Istri Sholehah,,,Why Not ???
nih...buat kamu2 yang punya cita2 jadi istri sholehah buat suami tercinta...
Niat n Luruskan. Betul-betul karena mengikuti sunnah Rasul. ”Bukan umatku kalau telah tersedia dan siap dia tidak menikah”
Siap à Senang atau Susah
Ciri-ciri Istri Sholehah:
v Taat kepada ALLAH SWT
v Menjadi penyejuk lahir & bathin suami
v Memiliki jiwa ”Amanah”
v Memiliki kepribadian yang dewasa
v Memiliki jiwa: Pengertian untuk memahami; Pemaaf; Sabar; Penyayang (Mengerti & paham akan arti kasih dan sayang)
v Mampu berkomunikasi dengan baik
v Siap menjadi teman, sahabat, kekasih, ibu
v Berniat kuat, tekad untuk menjadi istri sholehah hanya karena ALLAH SWT semata.
Kunci untuk memiliki sifat-sifat tersebut antara lain:
© Beribadah dengan BENAR.
© Membaca dan mempelajari sejarah para istri Rasul, Putri Rasul, Istri para Nabi & istri para Shahabat atau para shahabiyah Rasul.
© Menjadikan wanita-wanita muslimah tersebut sebagai teladan.
masih banyak sih sebenarnya,,,tapi yang di atas ajah dulu yang dimantepin,,,qey !!!
Niat n Luruskan. Betul-betul karena mengikuti sunnah Rasul. ”Bukan umatku kalau telah tersedia dan siap dia tidak menikah”
Siap à Senang atau Susah
Ciri-ciri Istri Sholehah:
v Taat kepada ALLAH SWT
v Menjadi penyejuk lahir & bathin suami
v Memiliki jiwa ”Amanah”
v Memiliki kepribadian yang dewasa
v Memiliki jiwa: Pengertian untuk memahami; Pemaaf; Sabar; Penyayang (Mengerti & paham akan arti kasih dan sayang)
v Mampu berkomunikasi dengan baik
v Siap menjadi teman, sahabat, kekasih, ibu
v Berniat kuat, tekad untuk menjadi istri sholehah hanya karena ALLAH SWT semata.
Kunci untuk memiliki sifat-sifat tersebut antara lain:
© Beribadah dengan BENAR.
© Membaca dan mempelajari sejarah para istri Rasul, Putri Rasul, Istri para Nabi & istri para Shahabat atau para shahabiyah Rasul.
© Menjadikan wanita-wanita muslimah tersebut sebagai teladan.
masih banyak sih sebenarnya,,,tapi yang di atas ajah dulu yang dimantepin,,,qey !!!
Would U Like To Be My Bestfriend ???
Udah dari sononya alias sunatullah kalo manusia itu tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan yang lain. Mau beli sesuatu kita butuh penjualnya. Adanya nasi pasti ada petani menanam padi. Adanya baju pasti ada penanam kapas dan tukang jahitnya. Jadi semua-mua tidak bisa kita lakukan sendiri tanpa ada jerih payah orang lain. jadi BGL deh!…Bokis Githu Loch! kalo ada sobat yang merasa tidak memerlukan orang lain dalam hidupnya.
Sobat, alangkah asyiknya kalo dalam hidup ini ada orang yang mampu ngertiin kita sepenuh hati. Saat ditanya selalu keluar jawaban yang menyejukan hati yang gersang. Saat kita gelisah dan gundah gulana ia menjadi jamu manjur yang mampu memberikan ketenangan dan pelipur lara. Dari mulutnya selalu keluar kata-kata bijak mengingatkan ke jalan yang benar.
Tutur katanya, indah menyejukkan, menyiratkan kedalaman ilmu dan ketulusan hatinya sehingga menghasilkan rentetan hikmah. Hidup rasanya lebih bermakna, tidak sempit serasa dipenjara, weh , emang udah pernah dipenjara?. Coba sobat bayangin! Kalo semua masalah hanya kita hadapi seorang diri tanpa ada temen yang diajak berbagi. Padahal semakin bertambah usia dan seiring dengan perkembangan jaman masalah bukan makin menghilang, justru makin silih berganti dengan bobot yang lebih berat. Kita butuh pendapat dan masukan orang lain walaupun semua kita penentu keputusannya, paling tidak kita telah mengungkapkan “unek-unek” dalam hati. Biar agak ploooong…atau wes..hewes..hewes..bablas masalaheee….
Nggak seru juga kalo kita sedang mendapat kegembiraan, kita tepuk tangan untuk diri sendiri or ngasih selamat pada diri sendiri atao ketawa sendirian, jadi mirip… “Orgil” Orang gila. Kegembiraan terasa tak banyak makna tanpa ada temen lain yang bisa ikut menikmati kegembiraan kita. Kesendirian kita bisa menjadikan kita mudah tergoda bujuk rayu syetan. Agama kita (Islam) mengajarkan kita untuk memperbanyak teman. Sobat masih inget kan! Sesungguhnya muslim satu dengan muslim yang lainnya adalah sahabat. Nah, kalo hare gene sesama temen sekelas atau sesama muslim beratem atau diem-diemanan alias nggak tegur sapa harus cepet-cepet baikan deh!. Apalagi nggak tegur sapa sampai tiga hari, bakalan disebut kafir loh sama Allah. Wah, bisa celaka dunia akherat. Udah cepetan samperin temen yang ngediemin kamu lalu minta maaf (walaupun kamu nggak merasa bersalah) sobat ngak perlu gengsi untuk mengucapkan kata maaf. Kalo permintaan maafmu nggak diterima, itu tingal urusan dia dengan Allah, urusan sobat udah beres alias aman dari dosa.
Sobat, pertahankan persahabatanmu yang udah terjalin baik. Nggak apa kita mengalah sedikit demi kelanggengan persahabatan. Bagi yang belum punya sahabat ayo’ kita kita datengin temen kita yang pendiam atau malu untuk bergabung bersama kita. Dan kita buka hati kita untuk menerima siapa saja yang mau bersahabat dengan kita. Tanpa melihat kekayaan, kecerdasan atau yang lainnya. Yo’ kita keluar rumah atau keluar kelas sambil tengok kira dan kanan, tuh disudut sana ada temen sekolah kamu yang lagi sendiri, deketin aja en ngobrol…..et, awas dan ingat! Batasan-batasan dalam pergaulan …
Sobat jangan ngaku orang mu’min deh, kalo tidak mau bersahabat. Emangnya kena apa?. Inget pesan Rosulullah Saw;
“ Orang mukmin itu menjalin persahabatan dan mau dijalin, tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mau menjalin persahabatan dan tidak mau dijalin. Sebaik-baiknya orang adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”.
Wah, teng kayu udah di ingetin..thank you! kali. Ternyata kita nggak ada kebaikan kalo kita hidup sendiri tak mau menjalin atai dijalin persahabatn. Emang sih, hidup kita tak banyak makna kalo hidup ini hanya untuk ngurusin, merhatiin en mikirin diri sendiri. Duh, sedih banget kalo adanya kita seolah dianggap tidak ada oleh yang lain. Berarti kita mesti punya sahabat agar hidup kita bermanfaat bagi orang lain dan kita bisa digolongkan orang-orang yang baik. Aduh senangnya disebut orang baik oleh Rosulullah SAW.
Sekarang sobat nggak usah takut menjalin persahabatan atau dijalin persahabatan, karena bersahabat merupakan ciri orang mukmin. Dan yang menolak untuk bersahabat tidak ada kebaikan padanya, berarti dia bukan mukmin sejati. Sobat, ada yang lebih membahagiakan lagi loh! Rosulullah juga telah memberitahukan, kalo dua orang yang bersahabat bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah, akan dinaungi disyurga. Masuk syurga men!…masuk syurga….apa nggak ngiler….Nah sekarang, sahabat seperti apa sih yang sobat diidamkan?
Mana Sahabat mu…?
Apakah sahabat yang kamu pilih yang berwajah menarik saja? Seperti halnya dirimu yang merasa mempunyai mempunyai wajah ayu rupawan atau ganteng menawan! Terus membuat geng “Cowok-Cowok Kece” atau “ Cewek-Cewek Kece”. Wah sedih amat ya, kita-kita yang nggak kece bakal tereliminasi. Atau sahabatmu hanya sama temen-temen yang banyak duitnya aja, terus membuat geng “ Anak-anak Tajir”, yang miskin minggiiiir…! Atau sahabat yang kamu pilih orang yang selalu setuju dengan pendapatmu!, selalu membenarkan yang kamu lakukan!, yang nurut dengan perintahmu!, mendukung semua rencanamu! Ya udah bayar orang aja…
Jangan sobat, persahabatan seperti itu dijamin nggak bakalan lama. Wajah cakep, cantik atau ganteng yang kita miliki hanya titipan Allah semata. Jika allah ingin mengambilnya sewaktu-waktu sangatlah gampang, segampang membalikan telapak tangan bahkan lebih gampang dari itu. Wajah tidak bisa kita jadikan patokan untuk memilih sahabat. Sama halnya dengan harta. Kekayaan yang kita miliki atau orang tua kita miliki juga titipan Allah. Sewaktu-waktu bisa diambil kembali oleh Allah dalam sekejab jika Allah menginginkannya. Persahabatan yang dasarkan oleh hal kebendaan duniawi baik harta, wajah, kecerdasan dll. Tidak akan menjadikan persahabatan yang membuahkan ketenangan hati bahkan mungkin sebaliknya, keresahan dan kegelisahan jiwa yang didapat. Sobat, hanya persahabatan yang didasarkan atas ridho dari Allah lah yang mampu menjadikan persahabatan kita menghasilkan ketenagna jiwa, peningkatan iman dan keberkahan bagi semuanya, baik didunia maupun diakhirat. Itulah sahabat sejati.
Dalam hal memilih sahabat kita perlu berhati-hati. Karena kata Rosulullah SAW.,
“Seseorang itu sejalan dan memiliki gaya hidup yang sama dengan sahabatnya, maka hati-hatilah dlam memilih sahabat ” (HR. Ahmad). Dan pesan Rosulullah lainnya;
“Seorang mukmin adalah cerminan bagi mukmin yang lain, apabila melihat aib padanya ia segera memperbaikinya” (HR.Bukhari).
Sobat, diakui atau tidak! Kebiasan kita akan sama dengan kebiasan temen-temen kita. Jika kita awalnya kita lebih baik dari mereka, secara perlahan namun pasti kebiasan baik kita akan terkikis sampi akhirnya sama seperti temen-temen tersebut. Perilaku kita sehari-hari akan sama dengan kebiasan sahabat kita, karena kita adalah ceminan dari sahabat kita dan sebaliknya. Lingkungan kita memiliki pengaruh yang kuat dalam pembentukan kepribadian dan perilaku kita. Bersyukurlah kalo kita telah memiliki sahabat dan lingkungan yang baik, sehinga mampu menuntun dan mendewasakan kita ke arah yang lebih baik.
Tidak sedikit sobat-sobat kita yang dulunya baik, rajin ibadah, jauh dari kemaksiatan, ngak kenal minuman haram, dll. Mereka berbalik tiga ratus enampuluh derajat karena pengaruh sahabat-sahabatnya. Atas nama persahabatan mereka rela menggadaikan keimanan; atas nama persahabatn rela meninggalkan sholat yang menjadi tanda takut pada Allah, atas nama persahabatan mereka rela meneguk minuman yang diharankan oleh Allah, atas nama persahabatan mereka rela membuka aurat yang menjadi symbul kesucian rohani, atas nama persahabatan mereka rela berbuat maksiat bahkan sampai perbuatan zina yng menjadi tanda kesucian diri, dan atas nama sahabat mereka rela meninggalkan syurga yang didambakan seluruh mahluk ciptaan Allah dan rela masuk neraka bersama-sama musuh-musuh Allah syetan laknatullah, naudzubillah mindzalik.
Sobat, rasanya belum terlambat deh! Untuk merubah hidup kita dari kebiasaan bersama sahabat-sahabat kamu yang bertentangan dengan aturan islam. Mumpung masih muda usia en umur masih nempel pada badan ini. Ayo’ kita ajak sahabat kita mengikuti jalan yang lurus yaitu jalan menuju syurga. Jika mereka menolaknya, mau tidak mau kamu mesti berani memutuskan persahabatan itu demi mempertahankan keimanan dan keislaman kamu dan demi besarnya cinta dan ketaatan kamu pada Allah.
Lewat Rosulullah SAW, Allah memberikan jaminan Kabar gembira bagi orang-orang yang bersahabat karena Allah, yaitu persahabatan yang didasarkan pada kesamaan makhluk ciptaan Allah tanpa memandang kecantikan, ketampanan, harta atau hal keduniaan yang lain. Mereka saling mengingatkan kejalan kebaikan, saling mengunjungi demi eratnya persahabatan. Itu semua mereka lakukan dalam rangka mencari keridhoan Allah.
“Sesungguhnya disekitar Arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang diatasnya suatu kaum yang pakaian dan wajahnya bercahaya. Mereka bukan para nabi, juga bukan para syuhada. Mereka dikelilingi para nabi dan syuahada itu. Bertanyalah para sahabat kepada Rosulullah, “ Wahai Rosulullah, sebutkan sifat-sifat mereka itu kepada kami,” Rosulullah Saw. menjawab “ mereka adalah yang saling mengasihi dijalan Allah, mereka adalah yang duduk berdampingan karena Allah, dan mereka adalah yang saling kunjung-mengunjungi karena Allah ” (HR. Nasa’i).
Ini Sahabat Sejati ku..!
Sobat, kita bisa menilai sahabat yang kita punya. Dia deket dengan kita benar-benar tulus ingin menjadi sahabat sejati kita atau ada rencana yang tersembunyi dari kita. Dibawah ini beberapa ciri yang dimiliki sahabat yang benar-benar sejati, jika sebaliknya mendingan kelautin aja…
• Dia ada saat kita dalam kesulitan
Biasanya, saat kita sedang menuai keberhasilan , kemenangan atau posisi diatas. Banyak orang yang datang menghampiri untuk menjadi sahabat kita. Dan sebaliknya saat kita sedih, menderita dan membutuhkan pertolongan, tak satupun yang datang menghampiri. Tapi tidak untuk orang-orang yang mencari keridhaan Allah, orang-orang yang memburu kebahagiann negeri akherat.
Sayidina Ali ra. pernah ditanya tentang jumlah kawannya, Beliau menjawab “ Aku tidak tahu karena sekarang ini dunia sedang mendatangiku (masa jaya), dan kawan-kawanku mendatangiku. Aku dapat mengetahui kelak bila dunia membelakangi aku. Sebaik-baiknya kawan ialah mereka yang mendatangi anda disaat dunia meninggalkan (membelakangi : kemiskinan, kegagalan, musibah, de el el ) anda.
Ada pepatah bijak’ “ Kawan yang paling setia adalah kawan yang menjaga kesetiakawanan dalam tiga hal : ketika anda terkena musibah, ketika anda tidak disampingnya dan sesudah anda wafat.
• Dia rela berkorban tanpa mengharap imbalan
Mereka melalukan semua demi persahabatnya bukan untuk mengharapkan imbalan berupa apapun dari kita, baik materi, perhatian, kasih sayang, de el el dari sahabatnya. Yang dirindukan adalah syurga
Sabda Rosullallah Saw, “ Ada seseorang yang mengunjungi saudara/shabatnya karena Allah semata, kemudian Allah mengutus malaikat untuk menemuinya dan bertanya,” Hendak kemana Anda?’ Orang itu menjawab Aku hendak mengunjungi saudara/sahabatku.” Malaikat bertanya lagi, ‘Apakah karena anda memerlukan sesuatu darinya?’ Orang itu menjawab ,’Tidak.’ Malaikat bertanya lagi. ‘ Apakah anda memiliki hubungan kerabat dengan dia?’ Orang itu menjawab, ‘ Tidak. ‘Malaikat bertanya lagi, Atau karena sesuatu kenikmatan yang anda inginkan darinya?’ Orang itu menjawab, ‘ Tidak.’ Malaikat bertanya lagi, lalu karena apa?’ Orang itu menjawab. ’Aku mencintai karena Allah.” Malaikat berkata, ‘ Sesungguhnya Allah mengutusku untuk menyampaikan berita gembira kepadamu, bahwa Allah mencintaimu karena cintamu kepada saudara/sahabatmu, bahkan Allah telah menetapkan syurga bagimu. Sobat gamma, itulah yang mereka rindukan. Apakah sobat juga merindukannya?
• Kehadirannya menambah ketenangan jiwa, dan
Sahabat sejati kita dapat membuat hati kita tenang dan tentram. Tutur katannya yang santun penuh dengan ilmu dan juga menghibur. Perilakunya yang memberikan inspirasi untuk kita berubah labih baik. Tidak selalu menyalahkan tetapi selalu mengingingatkan. Hanya orang-orang yang berjalan dengan keihlasan-lah yang mampu membuat ketenangan jiwa kita.
Bukan malah sebaliknya. Jika sahabat kita ada, suasana jadi runyam, kepala jadi pusing, semua yang kita lakukan selalu salah. Jika dia ada disitu pula kemaksiatan akan muncul, jika dia muncul disitu pula awal dari perbuatan dosa dimulai. Jika seperti itu yang terjadi untuk apa dipertahankan?…
• Dengannya menambah dekat dengan Allah.
Tidak sedikit sahabat-sahabat yang kita pilih membuat kehancuran masa depan kita, keimanan kita dan menyesatkan aqidah kita. Sehingga keberadaannya membuat kita semakin jauh dengan Allah. Itu bukan cerminan sahabat yang sejati. Semestinya sahabat kita, dengan kecintaannya kepada kita membuat kita semakin dekat dan merapat pada ajaran Allah (Al-qur’an dan Hadist). Sobat, mesti ingat sabda Rosulullah SAW,
“ Seseorang akan berkumpul dengan siapa yang dicintainya (walaupun nanti di akhirat)”. (HR.Buchari Muslim).
Sobat, kita akan bisa selalu bersama-sama dalam kebahagiaan baik didunia hingga di akherat. Di dunia kita bisa tenang dan tentram bersamanya dan saat di akherat kita juga bersa-sama dalam syurga Allah yang penuh kegembiraan. Jika kecintaan pada sahabat kita mampu membuat kita semakin dekat pada Allah dengan mengejar ridho-Nya.
Sobat, kita juga bisa selalu bersama-sama dengan sahabat kita di dunia hingga di “Neraka” kelak, jika kecintaan kita pada sahabat kita menjadikan semakin jauh dengan ajaran Allah. Atau cinta yang kita miliki pada sahabatkita hanya cukup sampai didunia saja jika satu diantara kita terpisahkan syurga dan neraka.
Alangkah indahnya cinta yang kita miliki pada orang yang kita cintai, jika bisa selalu bersama-sama mereguk kebahagiaan didunia dengan kenikmatan-kenikmatan yang ada. Dan akan bersambung dan berkelanjutan tuk diraih bersama mereguk kembali cinta yang kita miliki di syurga kelak. Dengan kenikmatan yang lebih daripada kenikmatan saat di dunia. Semoga kita bisa berkumpul selalu dengan …my love… didunia hingga di akherat… amin.........
kutipan dari :
(http://gammafunky.wordpress.com/2007/06/23/sahabat-sejati%E2%80%A6hingga-akherat-nanti/)
Sobat, alangkah asyiknya kalo dalam hidup ini ada orang yang mampu ngertiin kita sepenuh hati. Saat ditanya selalu keluar jawaban yang menyejukan hati yang gersang. Saat kita gelisah dan gundah gulana ia menjadi jamu manjur yang mampu memberikan ketenangan dan pelipur lara. Dari mulutnya selalu keluar kata-kata bijak mengingatkan ke jalan yang benar.
Tutur katanya, indah menyejukkan, menyiratkan kedalaman ilmu dan ketulusan hatinya sehingga menghasilkan rentetan hikmah. Hidup rasanya lebih bermakna, tidak sempit serasa dipenjara, weh , emang udah pernah dipenjara?. Coba sobat bayangin! Kalo semua masalah hanya kita hadapi seorang diri tanpa ada temen yang diajak berbagi. Padahal semakin bertambah usia dan seiring dengan perkembangan jaman masalah bukan makin menghilang, justru makin silih berganti dengan bobot yang lebih berat. Kita butuh pendapat dan masukan orang lain walaupun semua kita penentu keputusannya, paling tidak kita telah mengungkapkan “unek-unek” dalam hati. Biar agak ploooong…atau wes..hewes..hewes..bablas masalaheee….
Nggak seru juga kalo kita sedang mendapat kegembiraan, kita tepuk tangan untuk diri sendiri or ngasih selamat pada diri sendiri atao ketawa sendirian, jadi mirip… “Orgil” Orang gila. Kegembiraan terasa tak banyak makna tanpa ada temen lain yang bisa ikut menikmati kegembiraan kita. Kesendirian kita bisa menjadikan kita mudah tergoda bujuk rayu syetan. Agama kita (Islam) mengajarkan kita untuk memperbanyak teman. Sobat masih inget kan! Sesungguhnya muslim satu dengan muslim yang lainnya adalah sahabat. Nah, kalo hare gene sesama temen sekelas atau sesama muslim beratem atau diem-diemanan alias nggak tegur sapa harus cepet-cepet baikan deh!. Apalagi nggak tegur sapa sampai tiga hari, bakalan disebut kafir loh sama Allah. Wah, bisa celaka dunia akherat. Udah cepetan samperin temen yang ngediemin kamu lalu minta maaf (walaupun kamu nggak merasa bersalah) sobat ngak perlu gengsi untuk mengucapkan kata maaf. Kalo permintaan maafmu nggak diterima, itu tingal urusan dia dengan Allah, urusan sobat udah beres alias aman dari dosa.
Sobat, pertahankan persahabatanmu yang udah terjalin baik. Nggak apa kita mengalah sedikit demi kelanggengan persahabatan. Bagi yang belum punya sahabat ayo’ kita kita datengin temen kita yang pendiam atau malu untuk bergabung bersama kita. Dan kita buka hati kita untuk menerima siapa saja yang mau bersahabat dengan kita. Tanpa melihat kekayaan, kecerdasan atau yang lainnya. Yo’ kita keluar rumah atau keluar kelas sambil tengok kira dan kanan, tuh disudut sana ada temen sekolah kamu yang lagi sendiri, deketin aja en ngobrol…..et, awas dan ingat! Batasan-batasan dalam pergaulan …
Sobat jangan ngaku orang mu’min deh, kalo tidak mau bersahabat. Emangnya kena apa?. Inget pesan Rosulullah Saw;
“ Orang mukmin itu menjalin persahabatan dan mau dijalin, tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mau menjalin persahabatan dan tidak mau dijalin. Sebaik-baiknya orang adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”.
Wah, teng kayu udah di ingetin..thank you! kali. Ternyata kita nggak ada kebaikan kalo kita hidup sendiri tak mau menjalin atai dijalin persahabatn. Emang sih, hidup kita tak banyak makna kalo hidup ini hanya untuk ngurusin, merhatiin en mikirin diri sendiri. Duh, sedih banget kalo adanya kita seolah dianggap tidak ada oleh yang lain. Berarti kita mesti punya sahabat agar hidup kita bermanfaat bagi orang lain dan kita bisa digolongkan orang-orang yang baik. Aduh senangnya disebut orang baik oleh Rosulullah SAW.
Sekarang sobat nggak usah takut menjalin persahabatan atau dijalin persahabatan, karena bersahabat merupakan ciri orang mukmin. Dan yang menolak untuk bersahabat tidak ada kebaikan padanya, berarti dia bukan mukmin sejati. Sobat, ada yang lebih membahagiakan lagi loh! Rosulullah juga telah memberitahukan, kalo dua orang yang bersahabat bertemu karena Allah dan berpisah karena Allah, akan dinaungi disyurga. Masuk syurga men!…masuk syurga….apa nggak ngiler….Nah sekarang, sahabat seperti apa sih yang sobat diidamkan?
Mana Sahabat mu…?
Apakah sahabat yang kamu pilih yang berwajah menarik saja? Seperti halnya dirimu yang merasa mempunyai mempunyai wajah ayu rupawan atau ganteng menawan! Terus membuat geng “Cowok-Cowok Kece” atau “ Cewek-Cewek Kece”. Wah sedih amat ya, kita-kita yang nggak kece bakal tereliminasi. Atau sahabatmu hanya sama temen-temen yang banyak duitnya aja, terus membuat geng “ Anak-anak Tajir”, yang miskin minggiiiir…! Atau sahabat yang kamu pilih orang yang selalu setuju dengan pendapatmu!, selalu membenarkan yang kamu lakukan!, yang nurut dengan perintahmu!, mendukung semua rencanamu! Ya udah bayar orang aja…
Jangan sobat, persahabatan seperti itu dijamin nggak bakalan lama. Wajah cakep, cantik atau ganteng yang kita miliki hanya titipan Allah semata. Jika allah ingin mengambilnya sewaktu-waktu sangatlah gampang, segampang membalikan telapak tangan bahkan lebih gampang dari itu. Wajah tidak bisa kita jadikan patokan untuk memilih sahabat. Sama halnya dengan harta. Kekayaan yang kita miliki atau orang tua kita miliki juga titipan Allah. Sewaktu-waktu bisa diambil kembali oleh Allah dalam sekejab jika Allah menginginkannya. Persahabatan yang dasarkan oleh hal kebendaan duniawi baik harta, wajah, kecerdasan dll. Tidak akan menjadikan persahabatan yang membuahkan ketenangan hati bahkan mungkin sebaliknya, keresahan dan kegelisahan jiwa yang didapat. Sobat, hanya persahabatan yang didasarkan atas ridho dari Allah lah yang mampu menjadikan persahabatan kita menghasilkan ketenagna jiwa, peningkatan iman dan keberkahan bagi semuanya, baik didunia maupun diakhirat. Itulah sahabat sejati.
Dalam hal memilih sahabat kita perlu berhati-hati. Karena kata Rosulullah SAW.,
“Seseorang itu sejalan dan memiliki gaya hidup yang sama dengan sahabatnya, maka hati-hatilah dlam memilih sahabat ” (HR. Ahmad). Dan pesan Rosulullah lainnya;
“Seorang mukmin adalah cerminan bagi mukmin yang lain, apabila melihat aib padanya ia segera memperbaikinya” (HR.Bukhari).
Sobat, diakui atau tidak! Kebiasan kita akan sama dengan kebiasan temen-temen kita. Jika kita awalnya kita lebih baik dari mereka, secara perlahan namun pasti kebiasan baik kita akan terkikis sampi akhirnya sama seperti temen-temen tersebut. Perilaku kita sehari-hari akan sama dengan kebiasan sahabat kita, karena kita adalah ceminan dari sahabat kita dan sebaliknya. Lingkungan kita memiliki pengaruh yang kuat dalam pembentukan kepribadian dan perilaku kita. Bersyukurlah kalo kita telah memiliki sahabat dan lingkungan yang baik, sehinga mampu menuntun dan mendewasakan kita ke arah yang lebih baik.
Tidak sedikit sobat-sobat kita yang dulunya baik, rajin ibadah, jauh dari kemaksiatan, ngak kenal minuman haram, dll. Mereka berbalik tiga ratus enampuluh derajat karena pengaruh sahabat-sahabatnya. Atas nama persahabatan mereka rela menggadaikan keimanan; atas nama persahabatn rela meninggalkan sholat yang menjadi tanda takut pada Allah, atas nama persahabatan mereka rela meneguk minuman yang diharankan oleh Allah, atas nama persahabatan mereka rela membuka aurat yang menjadi symbul kesucian rohani, atas nama persahabatan mereka rela berbuat maksiat bahkan sampai perbuatan zina yng menjadi tanda kesucian diri, dan atas nama sahabat mereka rela meninggalkan syurga yang didambakan seluruh mahluk ciptaan Allah dan rela masuk neraka bersama-sama musuh-musuh Allah syetan laknatullah, naudzubillah mindzalik.
Sobat, rasanya belum terlambat deh! Untuk merubah hidup kita dari kebiasaan bersama sahabat-sahabat kamu yang bertentangan dengan aturan islam. Mumpung masih muda usia en umur masih nempel pada badan ini. Ayo’ kita ajak sahabat kita mengikuti jalan yang lurus yaitu jalan menuju syurga. Jika mereka menolaknya, mau tidak mau kamu mesti berani memutuskan persahabatan itu demi mempertahankan keimanan dan keislaman kamu dan demi besarnya cinta dan ketaatan kamu pada Allah.
Lewat Rosulullah SAW, Allah memberikan jaminan Kabar gembira bagi orang-orang yang bersahabat karena Allah, yaitu persahabatan yang didasarkan pada kesamaan makhluk ciptaan Allah tanpa memandang kecantikan, ketampanan, harta atau hal keduniaan yang lain. Mereka saling mengingatkan kejalan kebaikan, saling mengunjungi demi eratnya persahabatan. Itu semua mereka lakukan dalam rangka mencari keridhoan Allah.
“Sesungguhnya disekitar Arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang diatasnya suatu kaum yang pakaian dan wajahnya bercahaya. Mereka bukan para nabi, juga bukan para syuhada. Mereka dikelilingi para nabi dan syuahada itu. Bertanyalah para sahabat kepada Rosulullah, “ Wahai Rosulullah, sebutkan sifat-sifat mereka itu kepada kami,” Rosulullah Saw. menjawab “ mereka adalah yang saling mengasihi dijalan Allah, mereka adalah yang duduk berdampingan karena Allah, dan mereka adalah yang saling kunjung-mengunjungi karena Allah ” (HR. Nasa’i).
Ini Sahabat Sejati ku..!
Sobat, kita bisa menilai sahabat yang kita punya. Dia deket dengan kita benar-benar tulus ingin menjadi sahabat sejati kita atau ada rencana yang tersembunyi dari kita. Dibawah ini beberapa ciri yang dimiliki sahabat yang benar-benar sejati, jika sebaliknya mendingan kelautin aja…
• Dia ada saat kita dalam kesulitan
Biasanya, saat kita sedang menuai keberhasilan , kemenangan atau posisi diatas. Banyak orang yang datang menghampiri untuk menjadi sahabat kita. Dan sebaliknya saat kita sedih, menderita dan membutuhkan pertolongan, tak satupun yang datang menghampiri. Tapi tidak untuk orang-orang yang mencari keridhaan Allah, orang-orang yang memburu kebahagiann negeri akherat.
Sayidina Ali ra. pernah ditanya tentang jumlah kawannya, Beliau menjawab “ Aku tidak tahu karena sekarang ini dunia sedang mendatangiku (masa jaya), dan kawan-kawanku mendatangiku. Aku dapat mengetahui kelak bila dunia membelakangi aku. Sebaik-baiknya kawan ialah mereka yang mendatangi anda disaat dunia meninggalkan (membelakangi : kemiskinan, kegagalan, musibah, de el el ) anda.
Ada pepatah bijak’ “ Kawan yang paling setia adalah kawan yang menjaga kesetiakawanan dalam tiga hal : ketika anda terkena musibah, ketika anda tidak disampingnya dan sesudah anda wafat.
• Dia rela berkorban tanpa mengharap imbalan
Mereka melalukan semua demi persahabatnya bukan untuk mengharapkan imbalan berupa apapun dari kita, baik materi, perhatian, kasih sayang, de el el dari sahabatnya. Yang dirindukan adalah syurga
Sabda Rosullallah Saw, “ Ada seseorang yang mengunjungi saudara/shabatnya karena Allah semata, kemudian Allah mengutus malaikat untuk menemuinya dan bertanya,” Hendak kemana Anda?’ Orang itu menjawab Aku hendak mengunjungi saudara/sahabatku.” Malaikat bertanya lagi, ‘Apakah karena anda memerlukan sesuatu darinya?’ Orang itu menjawab ,’Tidak.’ Malaikat bertanya lagi. ‘ Apakah anda memiliki hubungan kerabat dengan dia?’ Orang itu menjawab, ‘ Tidak. ‘Malaikat bertanya lagi, Atau karena sesuatu kenikmatan yang anda inginkan darinya?’ Orang itu menjawab, ‘ Tidak.’ Malaikat bertanya lagi, lalu karena apa?’ Orang itu menjawab. ’Aku mencintai karena Allah.” Malaikat berkata, ‘ Sesungguhnya Allah mengutusku untuk menyampaikan berita gembira kepadamu, bahwa Allah mencintaimu karena cintamu kepada saudara/sahabatmu, bahkan Allah telah menetapkan syurga bagimu. Sobat gamma, itulah yang mereka rindukan. Apakah sobat juga merindukannya?
• Kehadirannya menambah ketenangan jiwa, dan
Sahabat sejati kita dapat membuat hati kita tenang dan tentram. Tutur katannya yang santun penuh dengan ilmu dan juga menghibur. Perilakunya yang memberikan inspirasi untuk kita berubah labih baik. Tidak selalu menyalahkan tetapi selalu mengingingatkan. Hanya orang-orang yang berjalan dengan keihlasan-lah yang mampu membuat ketenangan jiwa kita.
Bukan malah sebaliknya. Jika sahabat kita ada, suasana jadi runyam, kepala jadi pusing, semua yang kita lakukan selalu salah. Jika dia ada disitu pula kemaksiatan akan muncul, jika dia muncul disitu pula awal dari perbuatan dosa dimulai. Jika seperti itu yang terjadi untuk apa dipertahankan?…
• Dengannya menambah dekat dengan Allah.
Tidak sedikit sahabat-sahabat yang kita pilih membuat kehancuran masa depan kita, keimanan kita dan menyesatkan aqidah kita. Sehingga keberadaannya membuat kita semakin jauh dengan Allah. Itu bukan cerminan sahabat yang sejati. Semestinya sahabat kita, dengan kecintaannya kepada kita membuat kita semakin dekat dan merapat pada ajaran Allah (Al-qur’an dan Hadist). Sobat, mesti ingat sabda Rosulullah SAW,
“ Seseorang akan berkumpul dengan siapa yang dicintainya (walaupun nanti di akhirat)”. (HR.Buchari Muslim).
Sobat, kita akan bisa selalu bersama-sama dalam kebahagiaan baik didunia hingga di akherat. Di dunia kita bisa tenang dan tentram bersamanya dan saat di akherat kita juga bersa-sama dalam syurga Allah yang penuh kegembiraan. Jika kecintaan pada sahabat kita mampu membuat kita semakin dekat pada Allah dengan mengejar ridho-Nya.
Sobat, kita juga bisa selalu bersama-sama dengan sahabat kita di dunia hingga di “Neraka” kelak, jika kecintaan kita pada sahabat kita menjadikan semakin jauh dengan ajaran Allah. Atau cinta yang kita miliki pada sahabatkita hanya cukup sampai didunia saja jika satu diantara kita terpisahkan syurga dan neraka.
Alangkah indahnya cinta yang kita miliki pada orang yang kita cintai, jika bisa selalu bersama-sama mereguk kebahagiaan didunia dengan kenikmatan-kenikmatan yang ada. Dan akan bersambung dan berkelanjutan tuk diraih bersama mereguk kembali cinta yang kita miliki di syurga kelak. Dengan kenikmatan yang lebih daripada kenikmatan saat di dunia. Semoga kita bisa berkumpul selalu dengan …my love… didunia hingga di akherat… amin.........
kutipan dari :
(http://gammafunky.wordpress.com/2007/06/23/sahabat-sejati%E2%80%A6hingga-akherat-nanti/)
Langganan:
Postingan (Atom)
